SURAT KABAR, CIMAHI - Di tengah sorotan publik terhadap kualitas tata kelola pemerintahan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kembali mencatatkan capaian yang tidak bisa dipandang sekadar sebagai seremoni.
Kota ini menyabet enam penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Wira Dharma Jawa Barat 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari No. 73, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025) lalu.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Lebih dari sekadar pengakuan administratif, raihan ini mencerminkan arah kebijakan Kota Cimahi yang menempatkan isu lingkungan hidup, inovasi, dan keterbukaan informasi publik sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Ngatiyana menegaskan, capaian tersebut tidak lahir secara instan. Ia menekankan bahwa keberhasilan Cimahi merupakan hasil kerja kolektif sumber daya manusia yang konsisten mendorong perubahan, baik di tingkat birokrasi maupun masyarakat.
“Keberhasilan Kota Cimahi dalam meraih prestasi di bidang Lingkungan Hidup, Inovasi, dan Keterbukaan Informasi Publik tidak lepas dari sumbangsih sumber daya manusia yang dimiliki,” ujarnya.
Dalam pandangan Ngatiyana, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan tolak ukur untuk menilai sejauh mana pemerintahan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia berharap capaian ini menjadi energi baru agar Pemkot Cimahi terus bergerak maju, memperbaiki layanan, dan menjaga kepercayaan publik.
“Mudah-mudahan ke depan, maju terus Cimahi untuk berbuat yang terbaik sehingga banyak penghargaan. Mudah-mudahan Cimahi semakin maju,” tuturnya.
Di sektor lingkungan hidup, Kota Cimahi tidak hanya diwakili oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh inisiatif akar rumput. Pada Penghargaan Karya Dharma Mahawana, Kelompok Masyarakat GEMI 0418 tampil sebagai Penyelamat Lingkungan melalui program 'Ekonomi Sirkular di Masyarakat Cipageran'.
Program tersebut mengantarkan GEMI 0418 meraih Juara 2 kategori Aktivis/Komunitas/Tokoh Adat, sebuah pengakuan atas peran masyarakat dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, semangat regenerasi dalam gerakan lingkungan hidup tercermin dari pencapaian Syandi Syaidina, yang dinobatkan sebagai Perintis Lingkungan.
Lewat program 'Biokonversi Sampah Menjadi Telur', Syandi berhasil meraih Juara 2 kategori Generasi Muda Pelopor Lingkungan, menandai hadirnya pendekatan inovatif yang menggabungkan solusi ekologis dan nilai ekonomi.
Tak hanya di sektor lingkungan, Pemkot Cimahi juga memperoleh legitimasi penting dalam aspek transparansi. Komisi Informasi Jawa Barat menganugerahkan penghargaan kepada Pemkot Cimahi sebagai Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif, berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.
Dengan capaian ini, Cimahi berhak menyandang label Badan Publik Zona Informatif sepanjang tahun 2026 sebuah status yang menandakan keterbukaan data dan akses informasi bagi masyarakat.
Di bidang inovasi pemerintahan, dua penghargaan tambahan semakin menegaskan posisi Cimahi sebagai daerah yang progresif.
Pemkot Cimahi berhasil meraih peringkat kedua kategori Top 6 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025, sekaligus menyabet predikat prestisius Best of The Best Innovation 2025 untuk kategori Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat.
Rangkaian penghargaan ini menempatkan Cimahi bukan hanya sebagai kota penerima apresiasi, tetapi juga sebagai contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda dapat menghasilkan dampak nyata. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar