Kandidat Ketua KNPI Cimahi Ini Serukan Pemilihan yang Adil dan Bermartabat

Kandidat calon Ketua DPD KNPI, Farid Dharma Gati Al Amin

SURAT KABAR, CIMAHI – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cimahi, kandidat calon Ketua DPD KNPI, Farid Dharma Gati Al Amin, menegaskan komitmennya terhadap integritas, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi. 

Farid menyampaikan, proses demokrasi dalam organisasi kepemudaan harus berjalan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tanpa intervensi dan tanpa pengabaian terhadap prosedur yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, Farid mengapresiasi peran media massa yang konsisten meliput dinamika kepemudaan di Cimahi, khususnya proses verifikasi pemberkasan bakal calon Ketua DPD KNPI

Ia menilai kehadiran media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian penting dari mekanisme pengawasan publik agar proses pemilihan berjalan transparan.

“Kegiatan verifikasi ini adalah tahapan fundamental dalam proses menuju Musda. Semua calon harus diperlakukan setara, tanpa ada keberpihakan, dan seluruh ketentuan yang diatur dalam AD/ART harus dipegang teguh,” ujar Farid saat ditemui di Aula A Pemkot Cimahi, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan, keberlangsungan Musda yang tertib dan sesuai jadwal akan mencerminkan kedewasaan demokrasi di tubuh KNPI Cimahi.

Farid juga berharap tidak ada perubahan jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. 

Menurutnya, kepastian waktu sangat penting untuk memastikan semua pihak dapat mempersiapkan berkas dan persyaratan dengan matang. 

“Dalam posisi saya saat ini, saya mengedepankan tata kelola administrasi yang baik. Hal ini untuk memastikan seluruh anggota yang memiliki hak memilih maupun dipilih dapat terakomodasi secara adil sesuai aturan,” tegasnya.

Ia menekankan, dukungan terhadap calon ketua adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat, namun tetap harus disalurkan dalam koridor yang tertib dan bermartabat. 

Farid mengingatkan, persyaratan resmi calon ketua akan diumumkan secara terbuka oleh penyelenggara pada 25 Oktober mendatang, dan setiap kandidat harus mematuhinya tanpa pengecualian.

“Siapapun yang nanti terpilih sebagai Ketua DPD KNPI, posisinya bukan sekadar simbol atau jabatan pribadi. Itu adalah amanah yang membawa konsekuensi tanggung jawab moral, sosial, dan organisatoris untuk memajukan pemuda Cimahi,” ungkap Farid.

Lebih lanjut, ia menyerukan agar seluruh proses Musda tidak terjebak pada rivalitas sempit yang hanya berfokus pada kemenangan kandidat tertentu. 

Farid menilai, Musda seharusnya menjadi momentum konsolidasi kekuatan pemuda, membangun sinergi lintas elemen, serta merumuskan program-program strategis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Integritas itu bukan hanya jargon, melainkan sikap konsisten untuk menegakkan aturan dan menjaga kepercayaan anggota. Transparansi adalah fondasi agar setiap kebijakan organisasi mendapat legitimasi dan dukungan penuh dari basis,” tambahnya.

Farid juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran KNPI sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda di Cimahi. 

Ia menilai pemuda Cimahi memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari kewirausahaan, teknologi, hingga bidang sosial budaya, yang harus diakomodasi melalui kebijakan organisasi yang progresif.

Menutup pernyataannya, Farid mengajak seluruh pemuda Cimahi, baik yang terlibat langsung maupun tidak dalam Musda, untuk ikut mengawal proses demokrasi ini. 

"Kita harus melihat Musda dari perspektif yang lebih luas. Ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menentukan arah masa depan gerakan pemuda Cimahi. Mari kita jaga marwah organisasi dan tunjukkan kepada publik bahwa KNPI Cimahi mampu menjadi contoh demokrasi yang matang dan bermartabat,” pungkasnya. (SAT)

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar