SURAT KABAR, CIMAHI – Upaya memperkuat literasi Kota Cimahi terus digulirkan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi menindaklanjuti hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) pengelolaan perpustakaan sekolah sekaligus mendorong penguatan budaya membaca di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tindak Lanjut Monev dan Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, yang dirangkaikan dengan sosialisasi Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Kegiatan literasi Kota Cimahi ini diikuti para pengelola perpustakaan tingkat SMP dan MI se-Kota Cimahi. Sejumlah pegiat serta komunitas literasi juga turut hadir untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi, serta sejumlah perwakilan organisasi dan komunitas literasi.
Di antaranya Ketua ATPUSI Kota Cimahi Eti dari SDN Padasuka Mandiri 2, Ketua Dewan Literasi Kota Cimahi (DLKC) Sammy, Ketua Forum TBM Kota Cimahi Febri, dan perwakilan Komunitas Hayu Maca, Mang Idon.
Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari mengatakan, perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak usia sekolah.
Menurutnya, perpustakaan tidak seharusnya hanya menjadi tempat menyimpan maupun meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar yang aktif, menarik, dan mampu mengikuti kebutuhan peserta didik.
"Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus menjadi ruang belajar yang hidup, menarik, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi harus kita jadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan penguatan secara berkelanjutan," ujar Dyah kepada Surat Kabar, Rabu (8/10/2026).
Ia menambahkan, pengembangan perpustakaan sekolah di Cimahi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, organisasi profesi, komunitas literasi, Forum TBM, hingga para pegiat literasi.
"Kita ingin membangun ekosistem literasi yang saling terhubung. Sekolah memiliki perpustakaan, masyarakat memiliki komunitas literasi, dan pemerintah hadir memberikan dukungan serta fasilitasi. Ketika semuanya bergerak bersama, dampaknya akan lebih besar terhadap budaya membaca masyarakat Kota Cimahi," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi menjelaskan, tindak lanjut Monev menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah.
Ia menegaskan, Monev bukan semata-mata untuk mencari kekurangan. Hasil evaluasi justru perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret agar setiap perpustakaan mampu memberikan layanan yang semakin baik.
"Monev bukan sekadar menilai atau melihat kekurangan perpustakaan sekolah. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil Monev tersebut kita tindak lanjuti menjadi langkah perbaikan. Kita ingin setiap perpustakaan sekolah memiliki pengelolaan yang semakin baik, layanan yang semakin aktif, dan program yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik," tutur Rusli.
Selain pengelolaan perpustakaan, pemahaman mengenai Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan IPLM juga dinilai penting. Data dan indikator tersebut dapat menjadi pijakan dalam menyusun berbagai program pengembangan literasi.
"Kita tidak bisa hanya menjalankan program berdasarkan asumsi. Kita membutuhkan data dan indikator yang dapat menggambarkan kondisi literasi masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap TKM dan IPLM menjadi penting, termasuk bagaimana perpustakaan sekolah dapat mengambil peran dalam membangun budaya gemar membaca," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Disarpusda juga menyampaikan pelaksanaan Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Masyarakat Kota Cimahi Tahun 2026 yang diselenggarakan Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi sebagai bagian dari kajian perpustakaan.
Survei TKM Kota Cimahi 2026 tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam meningkatkan program pembudayaan kegemaran membaca dan pengembangan perpustakaan di Kota Cimahi.
Disarpusda mengajak warga yang berdomisili di Kota Cimahi dan berusia minimal 15 tahun untuk ikut berpartisipasi sebagai responden. Masyarakat diminta mengisi kuesioner secara jujur dan objektif sesuai pengalaman masing-masing.
Survei dapat diakses melalui https://s.id/SurveyTKM2026
Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk membantu menghasilkan data yang lebih representatif mengenai kondisi kegemaran membaca masyarakat Kota Cimahi.
Tak hanya pemerintah dan sekolah, kehadiran berbagai komunitas dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan ekosistem literasi membutuhkan gerakan bersama.
ATPUSI, Dewan Literasi Kota Cimahi, Forum TBM, Komunitas Hayu Maca, sekolah, perpustakaan, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Gerakan literasi pun diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Berbagai kegiatan kreatif, edukatif, hingga pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi yang lebih luas.
Melalui tindak lanjut Monev, penguatan pengelolaan perpustakaan sekolah, sosialisasi TKM-IPLM, dan Survei TKM 2026, Disarpusda Kota Cimahi terus mendorong lahirnya ekosistem literasi yang kolaboratif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (SAT)




Posting Komentar