Iklan

Tantangan Pengelolaan Sampah Kota Cimahi, Kesadaran Masyarakat Kunci Utama

Posting Komentar
Ilustrasi Penumpukan Sampah (Sumber: Pixabay)

SURAT KABAR, CIMAHI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyatakan pengelolaan sampah pasca perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 berlangsung terkendali, meski sampah kemasan sekali pakai masih mendominasi. 

Lonjakan sampah yang biasanya terjadi saat pergantian tahun tidak menyebabkan penumpukan signifikan di ruang publik, berkat antisipasi yang matang dari DLH.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menjelaskan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan penumpukan sejak malam pergantian tahun, khususnya di alun-alun dan lokasi strategis yang menjadi pusat keramaian.

"Sejak tanggal 31 Desember hingga hari ini, kami sudah menginventarisasi titik-titik rawan, seperti alun-alun dan lokasi strategis lain yang berpotensi terjadi pengumpulan massa. Di titik-titik itu kami menyiagakan petugas dengan sistem piket," ujar Chanifah, Sabtu (3/1/26) via telepon.

DLH menurunkan personel di tiga kawasan strategis, dengan sekitar 10 petugas di tiap titik untuk melakukan penyapuan dan pembersihan sisa aktivitas masyarakat pada malam tahun baru. Pemantauan juga terus dilakukan keesokan harinya untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal.

"Jika dibandingkan dengan perayaan tahun baru sebelumnya, volume sampah kali ini cenderung menurun. Perubahan pola perayaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama," tambah Chanifah.

Ia memaparkan, masyarakat lebih banyak merayakan tahun baru di rumah, sehingga aktivitas di jalan dan ruang publik relatif landai. Namun, jenis sampah yang paling banyak masih didominasi sampah anorganik, terutama kemasan.

"Seperti pola yang selama ini terjadi, sampah pasca tahun baru didominasi sampah anorganik, terutama kemasan," kata Chanifah.

Pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti tetap berjalan normal. Pada hari pertama tahun baru, DLH mencatat sekitar 16 ritase sampah dikirim ke TPA, dengan masing-masing ritase membawa 5–6 ton sampah, sehingga total mencapai sekitar 140 ton. 

Jumlah ini termasuk gabungan sampah perayaan dan sampah domestik harian. Meskipun sebagian layanan publik libur, operasional pengelolaan sampah tetap berlangsung, termasuk TPS 3R Pasar Atas dan TPS 3R Cibeber. 

DLH, kata Chanifah menargetkan pengolahan sekitar 20 ton sampah per hari di empat lokasi TPS 3R yang aktif.

Ia juga menyebut keterbatasan kuota ritase ke TPA Sarimukti menjadi tantangan struktural, tetapi hingga kini masih dapat terpenuhi.

"Alhamdulillah semuanya aman dan terkendali. Tidak ada hambatan yang mengganggu pelayanan. Ritase yang diberikan masih mencukupi dan pengolahan di TPS 3R tetap berjalan, meski hari libur," ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya tergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci utama untuk mengurangi beban TPA dan mencegah krisis sampah di masa mendatang.

"Sampah adalah tanggung jawab dari yang menghasilkan sampah. Kami mengimbau masyarakat untuk terus melakukan pemilahan, minimal antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik seharusnya bisa diselesaikan di tingkat rumah tangga dan tidak semuanya berakhir di TPA," kata Chanifah.

DLH Cimahi memastikan pengangkutan ke TPA, penyapuan jalan di lokasi strategis, serta pengolahan di TPS 3R tetap berjalan sesuai jadwal sebagai upaya menjaga kebersihan kota pasca pergantian tahun.

"Jangan bosan-bosan memilah sampah dari rumah. Kesadaran di tingkat sumber adalah fondasi utama pengelolaan sampah yang berkelanjutan," tutup Chanifah. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar