SURAT KABAR, CIMAHI - Dorongan pembenahan kualitas birokrasi kembali menjadi sorotan ketika Pemerintah Kota Cimahi memulai proses pembekalan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi 128 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan 2024.
Melalui kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Pemkot menegaskan pentingnya regenerasi aparatur yang mampu bekerja cepat, adaptif, dan berintegritas.
Para peserta yang berasal dari berbagai perangkat daerah golongan II dan III akan mengikuti rangkaian pembekalan sebelum menjalani Latsar resmi di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengingatkan bahwa keberadaan birokrasi pemerintah disandarkan pada tiga fungsi utama: pelayanan publik, pelaksanaan pembangunan, dan perlindungan masyarakat.
Ia menekankan bahwa CPNS Kota Cimahi, yang mayoritas berasal dari generasi Z, harus mampu mengasah potensi digitalnya.
"ASN Kota Cimahi harus siap menjadi aparatur modern yang inovatif dan mampu menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, murah, dan berkualitas," ujarnya baru-baru ini.
Ngatiyana menyebut Latsar sebagai 'kawah candradimuka' untuk membentuk integritas, semangat nasionalisme, serta tanggung jawab moral para aparatur muda.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan secara saksama.
Sejalan dengan itu, Asisten Administrasi Umum, Mochammad Ronny yang membuka kegiatan menyebut pembekalan ini sebagai fondasi awal pemahaman nilai dasar ASN dan aturan kepegawaian.
"CPNS harus tahu regulasi yang mengikat ASN, mulai dari Undang-Undang ASN hingga peraturan tentang disiplin pegawai. Pembekalan ini menyiapkan CPNS menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan siap melayani masyarakat," kata Ronny.
Ia juga mengingatkan agar peserta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan memanfaatkan teknologi dalam pekerjaan sehari-hari.
"ASN harus adaptif terhadap perubahan dan memanfaatkan kemajuan digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujarnya menambahkan.
Ronny menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai inti ASN 'BerAKHLAK' berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
"Kita ingin CPNS tidak hanya tahu teori, tapi juga benar-benar menerapkan nilai BerAKHLAK dalam kinerja mereka nanti," tegasnya.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Plt. Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan tahap penting sebelum CPNS masuk masa tiga bulan pelatihan dasar berbasis blended learning, yang menggabungkan metode daring dan luring.
Enam hari di antaranya akan diisi dengan pelatihan tatap muka di Kampus LAN Jatinangor.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penegakan disiplin dan integritas. Sebab 128 CPNS ini adalah generasi penerus yang kelak akan menggantikan kami di pemerintahan," ujar Siti.
Ia menegaskan bahwa disiplin, loyalitas, dan komitmen pada visi organisasi harus ditanam sejak awal masa pengabdian.
Melalui pembekalan dan Latsar ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap lahir ASN muda yang berjiwa pelayanan, menjunjung etika publik, dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan birokrasi daerah. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar