Warga Bekasi, Jawa Barat dihebohkan dengan berita penculikan yang terjadi di Jalan Jati Raya

Bekasi

Bekasi

Warga Bekasi, Jawa Barat dihebohkan dengan berita penculikan yang terjadi di Jalan Jati Raya, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Seorang balita perempuan yang masih berusia 3,5 tahun dilaporkan diculik dengan modus berserempetan.

Hendry Dinata, ayah Rara Ananda Carsarea, langsung melaporkan kabar penculikan tersebut ke polisi. Bahkan, dia juga mengajak netizen melalui akun media sosial miliknya untuk membantu mencari anak bungsunya itu.

Dari pengakuan sang kakak, Refti Meidiana (16), kasus itu bermula ketika korban bersama dengan teman prianya, Andry Yulianto mengendarai sepeda motor sekira pukul 20.30 WIB. Mendadak, kendaraannya dipepet oleh orang tak dikenal.

Dua orang tak dikenal tersebut lalu menendang sepeda motor yang ditumpangi korban bersama dengan kerabatnya itu. Karena tak bisa mengendalikan, korban pun jatuh ke aspal.

“Kemudian salah seorang pelaku turun dari sepeda motornya dan langsung mengambil korban untuk dibawa kabur,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing, Kamis (16/12) lalu.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi, kata dia, pelaku penculikan tersebut memiliki ciri-ciri berperawakan sedang, memakai helm full face, dan masker. Adapun sepeda motor yang dipakai jenis Yamaha Mio.

Polisi pun menduga, pelaku penculikan merupakan pacar ibu balita tersebut. Sebab, berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan kakak korban mirip dengan sosok lelaki itu.

“Berdasarkan keterangan saksi, pelaku mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan pacar ibunya,” sambung Erna.

Orang tua korban, Hendry Dinata (44) mengatakan, anaknya belum ditemukan sejak hilang pada Minggu (11/12) malam lalu ketika pulang dari MM, di Jalan Ahmad Yani bersama dengan kerabatnya menggunakan sepeda motor. Hendry mengaku sudah mencari ke sejumlah tempat, namun hasilnya nihil.

“Saya sudah mencari ke mana-mana, tapi enggak ketemu. Kemudian sudah melapor ke polisi juga, mudah-mudahan segera ditemukan,” kata Hendry saat dihubungi merdeka.com.

Dia menduga kasus penculikan tersebut masih berkaitan dengan istrinya. Sebab, hingga saat ini keberadaan istrinya tersebut juga belum diketahui sejak pisah ranjang beberapa bulan lalu. Hendry mengaku sudah mendatangi rumah mertuanya di Kayumanis, Jakarta Timur.

“Kata mertua saya, dia (Istri) sudah pindah, enggak tahu pindahnya ke mana,” ujar warga Cakung, Jakarta Timur ini.

Hanya selang sehari sejak dilaporkan, Resmob Polda Metro Jaya akhirnya menemukan Rara Ananda (3,5) yang dikabarkan menghilang karena diduga diculik oleh orang tak dikenal. Ternyata, Rara ditemukan di kontrakan bersama ibu kandungnya, Dede Cahyati di kawasan Ceger, Jakarta Timur.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hilangnya Rara berawal dari pemberitaan di media sosial kalau Rara hilang diduga diculik. Polisi pun berinisiatif melakukan pencarian meski belum menerima laporan dari keluarga Rara.

“Sang ayah ini memposting di media sosial bahwa anaknya diduga diculik saat bersama kakak sang anak. Tapi kami berhasil menemukan bocah R pada Jumat dini hari tadi,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/12).

Sementara itu, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, atas pemberitaan yang viral tersebut, polisi langsung menelusuri kebenarannya. Usai jalan-jalan, sang kakak langsung mengajak Rara ke rumah neneknya di sekitar Jatinegara.

“Refti ini berpamitan kepada ayahnya, Hendri Dinata untuk membawa adiknya jalan-jalan ke Mal di Bekasi dan mereka bertiga berangkat berboncengan dengan sepeda motor. Tidak lama di Mal, Refti mengajak Andry dan adiknya ke rumah neneknya yang terletak di Jalan Kayumanis III Jatinegara, Jakarta Timur,” kata Arsya.

Mereka tiba di rumah neneknya sekitar pukul 17.30 WIB. Selain ketemu neneknya, mereka juga bertemu dengan ibu kandung Rara, Dede Cahyati. Di sanalah sang ibu kandung langsung menggendong dan membawa pergi Rara keluar untuk membeli es krim.

“Lalu sekitar pukul 20.00 WIB sang nenek dari Refti bertanya mengapa Dede Cahyati tidak kembali. Mendengar ucapan tersebut, Refti mencoba menghubungi ibunya namun tidak kunjung diangkat dan kemudian mencoba mengirimkan pesan yang juga tidak dibalas oleh ibunya,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, Refti kebingungan dan panik karena adiknya Rara tidak kembali ke rumah neneknya. “Lalu Refti berinisiatif untuk mencari keberadaan adiknya dan juga ibu kandungnya sampai ke daerah Tebet,” katanya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Refti belum juga mendapatkan kabar dari ibunya sehingga Refti takut untuk kembali ke rumahnya di Bekasi. Namun, dia memberanikan diri untuk pulang ditemani Andry.

Sepanjang perjalanan pulang, Refti mengaku takut kepada ayahnya perihal keberadaan Rara. Lalu Andry mempunyai ide dengan mengarang cerita, seolah-olah Rara diculik oleh orang yang tak dikenal dan berpura-pura diserempet.

“Dikarenakan rasa takut kepada ayahnya, Refti tidak berkata jujur mengenai keberadaan adiknya yang sedang bersama dengan ibunya. Lalu kemudian Refti mengarang cerita bahwa sekembalinya dari Mal Bekasi pada saat melintas di Jalan Jati Raya, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan, kendaraan yang mereka dinaikinya diserempet oleh orang yang tidak dikenal. Dia bilang bahwa dia diserempet oleh orang yang menggunakan motor tanpa plat belakang dan orang tersebut menggunakan jaket hitam dan menggunakan masker dan helm. Ketika mereka diserempet dan terjatuh Rara langsung dibawa pergi oleh orang tidak dikenal tersebut,” bebernya.

Mendengar cerita tersebut, Hendry sempat mencoba mencari keberadaan anaknya dan kemudian membuat laporan polisi di Polres Metro Bekasi. “Pada tanggal 14 pelapor melapor ke Polres Bekasi Kota dan kami langsung melakukan reka ulang dan dari sana ada beberapa hal yang janggal yang ditemui penyidik,” kata Arsya.

Dari hasil penyelidikan dan interogasi pihaknya menemukan petunjuk dan menemukan Rara bersama ibu kandungnya di rumah kontrakan di daerah Ceger, Jakarta Timur. “Rara bersama ibunya sudah dari Minggu di kontrakan tersebut dan keduanya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dipertemukan dengan sang ayah,” ujarnya.

Ia pun menyebut, perkara kasus hilangnya Rara menjadi heboh selain di viralkan di media sosial adalah munculnya kabar penemuan mayat di Banyumas, Jawa Timur yang ciri-cirinya mirip dengan Rara.

“Perkara ini menjadi heboh karena ada kabar ada penemuan jenazah di Banyumas, ciri-ciri mirip tapi alhamdulillah bukan. Rara ditemukan dalam keadaan sehat selamat tanpa kekurangan apapun,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*